By: Iwin & Dina
Alkisah, di Pulau Kembang dibukalah sebuah restoran kacang yang bernama Ruang Multimedia. Konon ceritanya jumlah monyet yang berkunjung ke restoran kacang semakin meningkat bahkan sampai overloaded semenjak didatangkan mesin baru pengolah kacang yang disebut internet.
Setiap hari para monyet tidak beradab mengerumuni mesin kacang tersebut karena dapat memproduksi kacang secara gratis, bahkan disalahgunakan seperti menumpuk pisang (istilah kerennya : ngetik tugas yang seharusnya di rental pengetikan dan chatting yang seharusnya di warnet). Hal itu karena mesin kacang yang seharusnya dapat digunakan oleh semua monyet diturunkan oleh Raja Pulau Kembang di restoran Multimedia, sehingga warga restoran kacang merasa lebih berhak menggunakan mesin kacang dibandingkan monyet lain. Padahal, raja Pulau Kembang menurunkannya agar semua warga Pulau Kembang bisa menggunakan IT, tidak kalah dengan manusia.
Mari kita berandai-andai……..
Jika saja monyet yang berkunjung ke restoran kacang menyadari banyak monyet lain yang menunggu di depan restoran untuk menggunakan mesin kacang menghentikan kebiasaan menumpuk pisang dan mempersilahkan monyet beradab yang kelaparan untuk makan kacang yang memang sudah haknya, sementara menumpuk pisang bisa saja dilakukan di rental pisang.
Jangan sampai Multi Media FKIP seperti pribahasa
“warik tajun ka kacang”


